Tanaman brojo lintang merupakan tanaman yang mempunyai keunggulan tersendiri untuk di jadikan sebagai ramuan herbal atas berbagai macam penyakit,di mana merupakan tanaman yang dapat ditemukan di sekeliling kita dengan ciri-ciri sebagai berikut :
Semak yang tegak dengan akar rimpang yang merayap; 1-1,5 m tingginya. Daun jelas 2 baris, dengan pangkal yang membelah berbentuk pelepah tinggi, bentuk garis atau lanset yang miring, hijau kebiruan, bertepi transparan, yang terendah 30-60 kali 2-4 cm, yang tinggi kecil dan agak berjarak.
Batang bercabang hingga berbentuk malai rata, hanya pada ujung batang ada bunganya. Seludang bunga kecil, berbunga 6-12. Anak tangkai bunga 2-4 cm, tidak rontok.
Daun tenda bunga berkuku, memanjang, panjang 2,5-3,5 cm, dari luar kuning dengan tepi oranye, dari dalam oranye dengan noda merah tua; 3 yang terluar yang terbesar, pada pangkalnya ada alur madu yang ungu tua. Bakai buah berparuh pendek. Tangkai putik lebih panjang dari pada benang sari, tidak bercabang lagi.
Buah di Jawa jarang berkembang, memanjang, persegi 3 beralur, pecah menurut ruang berkatup 3, tinggi 12 cm. Dari Asia Timur; tanaman bias, juga liar; 1-2.000 m. Bagian yang Digunakan Akar.
Khasiat
SIFAT KHAS Pahit, mendinginkan, dan agak beracun. KHASIAT Anti inflamasi, antipiretik, ekspektoran, stomakik, dan purgatif.
Resep Penggunaan
KEGUNAAN -Asma. -Batuk. -Napas dan mulut bau. -Pencernaan tidak baik. -Radang amandel. -Radang kerongkongan.
RAMUAN DAN TAKARAN
Batuk atau Asma
Ramuan: Akar Brojo Lintang 5 gram Kayu Masoyi 3 gram Daun Sirih segar 2 helai Herba Patikan Kebo segar 5 gram Air 110 ml Cara pembuatan: Dibuat infus atau dipipis. Cara pemakaian: Diminum 1 kali sehari 100 ml. Lama pengobatan: Diulang selama 14 hari. Untuk pemeliharaan pengobatan diulang 2 kali seminggu, tiap kali minum 100 ml.
Radang Amandel atau Radang Kerongkongan
Ramuan: Akar Brojo Lintang 5 gram Buah Adas 1 gram Rimpang Nyamplung 2 gram Daun Sirih segar 2 helai Air 100 ml Cara pembuatan: Dibuat infus. Cara pemakaian: Untuk berkumur 2 kali sehari, tiap kali 50 ml, bila perlu dapat diencerkan dengan air hangat. Lama pengobatan: Diulang selama 14 hari. Peringatan Tidak dianjurkan untuk ibu hamil.
Komposisi
Glikosida skekanin, belamkandin, dan iridin.

